Arti Sebuah Makanan
Di posting oleh kanglurik tanggal 24 Aug, 2009, kategorinya Asal ketik
Assalamu’alaikum wr.wb.
Update dulu ahh…. Kangen juga ngeblog, ga betah harus ninggalin blog ini walau hanya sementara padahal lagi Ujian… Oh….. Lebay banget ya???
Habis traweh pulang kos e e e e nggak ada apa-apa (baca: makanan). Ya iyalah ini kos kang bukan Rumah sendiri. Yach beginilah nasib anak kos. Entah itu yang sekolah, kuliah atau kerja. Tapi kalo udah kerja paling nggak udah ada secerca harapan walau juga harus mengirit.
Alhamdulillah kanglurik masih dikosan neh dan mungkin 10 hari lagi baru bisa mudik ke Kampung halaman. Rindu sudah pada masakan ibuk, kengen ama bubur kacang ijo bikinan ibuk dan tentunya rindu makanan tinggl makan tanpa harus beli terlebih dahulu.
Tapi kanglurik harus tetap bersyukur, paling tidak masih ada rezeki yang digunakan untuk membeli makanan untuk sahur nanti . Bagaimana dengan nasib beberapa Saudara kita yang nggak tau nanti mau sahur pake apa.
Alhamdulillah ya ALLOH atas limpahan Nikmat-Mu yang telah Kau berikan kepada kami.
Terkadang masih ada juga sebagian orang yang pilih-pilih dalam hal makanan. Wajar aja sih menurut kanglurik, karena emang ini urusan lidah ama perut. Nggak suka ini, nggak suka itu, nggak mau ini, nggak mau itu. Itu kalo yang bilang yang punya uang. Bagaimana jika yang nggak punya uang??? Ada makanan sekedarnya sudah sangat bersyukur.
Mungkin kita dengan enaknya membuang makanan kalo nggak habis atau sudah kekenyangan. Tapi apakah pernah kita berpikir bagaimana dengan orang lain diluar sana yang untuk makan saja nggak bisa. Pernah kah kita berpikir nasi tempe yang kita anggap biasa saja bisa terasa spesial bagi mereka yang membutuhkan.
Kanglurik berpesan kepada kangurik pribadi dan temen-temen semua, mari kita hargai makanan yang kita dapatkan. Mungkin kita sekarang masih bisa membeli makanan yang enak untuk dimakan, tapi apakah esok, sebulan lagi, setahun lagi kita masih punya sesuatu untuk membeli makanan.
Jalan takdir kita hanya ALLOH yang tau
* niat awal kanglurik memposting tulisan tentang kisah anak kos, tetapi jari ini berkata lain dan semoga postingan ini menjadi renungan kita bersama. Mohon maaph lahir batin.
wassalamu’alaikum wr.wb
Salam hormat,



August 29th, 2009 on 3:08 pm
setujs dengan pakdecholik, karena makan itu bukan hanya yang halal tapi juga harus thoyib…. ok bosss….
Perasaan aku dah komen di blognya kang lurik
dah kenalan cuman belum tukeran link yah ?
oke deh kang biar kita bisa shilaturrahmi lebih dalam lagi tukeran link yah ….
salaaaaaaaaaaaaaaam
August 30th, 2009 on 12:13 am
beberapa kebudayaan di dunia bahkan menghargai makanan sebagai seni yang bernilai tinggi.
August 30th, 2009 on 6:32 am
ketika makan bukan lagi sekedar masalah selera…
August 30th, 2009 on 7:13 am
saya rasa kalau masalah makanan, kita tetap harus pilih2, terutama yg halal dan baik, juga bersih.
Memang kita harus tetap mensyukuri apapun yg bisa kita makan hari ini, yg penting halal ya Kang………
Salam.
August 30th, 2009 on 9:12 am
Iya benar mas, seperti apapun makanan yang kita dapatkan atas rizeki dari allah, kita harus sangat bersyukur karena sudah bisa makan walaupun apa adanya.
kita pasti tidak bisa membayangkan apa yang akan kita lakukan dan rasakan jika untuk makan saja kita tidak bisa (tidak punya).
terkadang juga masih banyak orang yang disediakan makanan oleh orang tuanya, tapi masih protes kalo makanannya gak enak, sangat menyedihkan.
Iklan Gratis
August 30th, 2009 on 2:17 pm
Dalam konteks lain selain makanan, Kadang kita juga gak menyadari bahwa setiap tarikan nafas adalah rahmat yg maha basar dariNya.
September 7th, 2009 on 11:22 pm
lihat komeng saya yang tanggal 29-8-2009 kang !
Ketahuan sekarang mah …. ternyata saya komen di blog yang baru sementara blog saya ngelink ke blog yang lama.
pantes…
pantes….
pantes….