Berbagi Ceri(t)a Dimana Aja

Catatan Akhir Sekolah Edisi Pertama

Di posting oleh kanglurik tanggal 01 Nov, 2009, kategorinya Curhat

Kalo boleh berbagi, kanglurik ingin membuat postingan khusus tentang kisah perjalanan kanglurik selama kuliah di STAN mulai dari pendaftaran hingga wisuda tanggal 10 November ini, InsyaALLOH.  Ya Alhamdulillah hari Kamis kemaren, kanglurik telah menunaikan prosesi akhir dari rangkaian kelulusan angkatan STAN 2006.

Flashback ketika jaman kanglurik masih SMA.

Jujur, sebenernya kanglurik nggak terlalu berminat kuliah di STAN (awalnya). Sejak masih kelas 1 SMA, kanglurik inginnya kuliah di Teknik Elektro ITB. Waooooo. Sungguh cita-cita nggak kesampaian. Namun, semua berubah ketika kanglurik ikut tes UM UGM tahun 2006 lalu. Dengan pedenya kanglurik ngambil jurusan paporit anak IPA yakni Kedokteran Umum. Sip dah…..

Tes dilalui….

Dan saat pengumuman pun tiba.

Akhirnya kanglurik harus memutus harapan dan angan-angan semu menjadi seorang dokter.

Sebetulnya kanglurik ini pernah juga ketrima jalur PMDK di IPB. Namun, kurang sreg aja yang membuat kanglurik akhirnya memilih meninggalkannya dengan segala resiko yang harus di hadapi. Bayangkan saja kalo seandainya kanglurik gagal di semua tes dan akhirnya menjadi pengangguran. Beban ini selalu membayangi kanglurik selama mencari kuliahan. Ada info tes STT Telkom dijabani juga. Daftar dihari terakhir pun terpaksa dilakukan demi sebuah kuliah. Namun, hasilnya GAGAL.

Desperated lagi… Jalan semakin mendung.

Dari sini kanglurik mulai mulai mengetahui kalo kelemahan kanglurik ada di Fisika ama Biologi. Kanglurik sadar dan segera berbenah. Apa yang membuat kanglurik gagal harus dibina lagi selagi masih bisa, tapi kalo udah nggak bisa maka harus dibinasakan. Akhirnya kanglurik pilih pilihan kedua yakni membinasakan mata pelajaran Fisika dan Biologi demi kesuksesan kanglurik. Sikap ego kanglurik kalo anak IPA itu harus jadi dokter, arsitek, insinyur mulai pudar. Kanglurik banting setir. Tujuan kanglurik berubah 180 drajad.

Ini bukan masalah idealisme lagi. Tapi masalah masa depan yang lebih cerah atau kelam.

“Menyia-nyiakan” PMDK IPB harus dibayar mahal. Kanglurik ribet sana-sini ikutan tes lagi. Belajar lagi dan lagi dan lagi….


Tibalah hingga saat pendaftaran SPMB. Kanglurik nggak lagi menjadikan Kedokteran menjadi pilihan pertama. Kanglurik pilih Akuntansi UNS menjadi pilihan pertama. Selanjutnya Teknik Kimia Undip dan Psikologi UNS. Otomatis kanglurik harus ikut program IPC dan hal ini membutuhkan waktu lebih banyak ketimbang IPA atau IPS. Pengorbanan memang tidaklah mudah.

Ditengah penantian menunggu Ujian SPMB, kanglurik mendaftar juga di STAN tapi melalui Balai Diklat Keuangan Jogjakarta. Kanglurik ingat betul daftar hari jumat beserta 5 temen SMP kanglurik. Jam 5 pagi kami berangkat dari Sukoharjo menuju Jogjakarta mencari sebuah asa memperbaiki masa depan.

Selama kanglurik daftar STAN, kanglurik hanya tau tiga jurusan dari 6 jurusan yang disediakan. Kanglurik ambil Akuntansi, Pajak dan Bea Cukai sesuai prioritas. Dasar apa yang kanglurik gunakan adalah dasar sok tau aja. Bener bener nembak aja. Kanglurik nggak pernah baca tentang STAN sebelumnya, Taunya cuma Akun, Pajeg ama BC. udah itu aja.

***

Setelah hari pendaftaran ditutup, diketahui bahwa pendaftar STAN mencapai 120.000 siswa dan yang diambil cuma 2000an. Kontan, optimisme pun sirna dan tinggal harapan kosong. Kanglurik ini wong Ndeso, jadi pas ujian bahasa inggrisnya kacau balau. Bahkan kanglurik pernah berujar ama Ibuk ketika tiba dari Jogjakarta…

” Buk, menawi Bahasa Inggrisku lolos, aku yakin ketompo Buk. ” Ujar kanglurik.

“Amin…” jawab singkat ibuk kanglurik dengan penuh harap dan doa.

Ternyata mukjizat dan anugrah ALLOH SWT membawa kanglurik menginjakkan kaki di STAN sekaligus pertama kalinya kanglurik menapakkan kaki di Jakarta. Dari 119.613 pendaftar kanglurik masuk bagian 1,4 % siswa “beruntung” bisa menikmati kuliah di STAN. Alhamdulillah…

Pelajaran yang bisa diambil :

1. Belajar giat ya. Biar nggak kayak kanglurik sibuk cari kuliahan.

2. Kalo mau ngambil PMDK pertimbangkan matang-matang. Jangan kayak kanglurik yang nggak jadi diambil.

3. Mengambil keputusan penting emang perlu, tapi harus terima resikonya.

4. Jangan lupa minta doa restu orang tua ketika mau Ujian.

bersambung…

Salam hormat,

Photobucket

:

25 komennya post ini.

2 Trackbacks / Pingbacks for this entry

Leave a Reply

Pawang SPAM:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n: :o: :p: :q: :r: :s: :t: :u: :v: :w: :x: :y: :z: :aa: :bb: :cc: :dd: :ee: :ff: :gg: :hh: :ii: :jj: :kk: :ll: :mm: :nn: :oo: :pp: :qq: :rr: :ss:

Banner kael

http://bengawan.org/